Jumat, 30 Desember 2011

Askep COMBUSTIO (Luka Bakar)


A.    PENGERTIAN
Combustio adalah luka yang terjdi akibat sentuhan permukaan tubuh dengan benda-benda yang menghasilkan panas ( api, air panas, listrik ) atau zat yang bersifat membakar ( asam kuat asam basa).

B.     ETIOLOGI
Combustio disebabkan oleh 3 golongan yaitu :
1.Panas ( thermis ) misalnya :
a.       Api                                    e.  Pasir
b.      Air panas                           f.  Aliran listrik
c.       Minyak panas                    g.  Suhu yang tinggi
d.      Logam panas
2.Zat kimia ( Chemist ) misalnya :
a.       Lisol                                  e.  Prostek
b.      Alkohol                             f.  Zat phosper
c.       Kreolin                              g.  Pepsida
d.      Nitrat argentin                   h.  Asam kuat
3.Sinar ( Radiasi ) misalnya :
a.       Sinar matahari
b.      Sinar laser
c.       Sinar X ( Rontgen )

C.     PATHOFISIOLOGI
Akibat yang terlihat pada individu yang mengalami luka bakar merupakan hasil dari penyebab efek panas itu sendiri terhadap kulit, efek dari panas terhadap elemen darah atau pembuluh darah serta kelainan metabolik yang terjadi secara umum.
Efek terhadap kulit adalah merusak lapisan kulit sehingga mudah terjadi infeksi menyebabkan panas dan cairan tubuh yang hilang bertambah banyak.
Efek terhadap pembuluh darah adalah berupa permeabilitas kapiler yang meningkat sehingga cairan dan protein merembes menyebabkan hipovolemi dan syok. Fase syok sering terjadi dalam 24 jam pertama.

D.    GAMBARAN KLINIK
Untuk mengetahui gambaran klinik tentang Combustio maka perlu mempelajari :
1.      Luas luka bakar
Luas luka bakar dapat ditentukan dengan cara “ Role of nine “ yaitu dengan tubuh dianggap 9 % yang terjadi antara :
a.       Kepala dan leher                                       :   9 %
b.      Dada dan perut                                         : 18 %
c.       Punggung hingga pantat                           : 18 %
d.      Anggota gerak atas masing-masing          :   9 %
e.       Anggota gerak bawah masing-masing      : 18 %
f.       Perineum                                                   :   9 %
2.      Derajat luka bakar
Untuk derajat luka bakar dibagi menjadi 4, yaitu :
a.       Grade I
-          Jaringan yang rusak hanya epidermis.
-          Klinis ada nyeri, warna kemerahan, kulit kering.
-          Tes jarum ada hiperalgesia.
-          Lama sembuh + 7 hari.
-          Hasil kulit menjadi normal.
b.      Grade II
Grade II a
-          Jaringan yang rusak sebagian dermis, folikel, rambut, dan kelenjar keringat utuh.
-          Rasa nyeri warna merah pada lesi.
-          Adanya cairan pada bula.
-          Waktu sembuh + 7 - 14 hari.
Grade II b
-          Jaringan yang rusak sampai dermis, hanya kelenjar keringan yang utuh.
-          Eritema, kadang ada sikatrik.
-          Waktu sembuh + 14 – 21 hari.
c.       Grade III
-          Jaringan yang rusak seluruh epidermis dan dermis.
-          Kulit kering, kaku, terlihat gosong.
-          Terasa nyeri karena ujung saraf rusak.
-          Waktu sembuh lebih dari 21 hari.
d.      Grade IV
Luka bakar yang mengenai otot bahkan tulang.
3.      Pengelolaan luka bakar
a.       Luka bakar ringan
-          Luka bakar grade I dan II luasnya kurang 15 % pada orang dewasa.
-          Luka bakar grade I dan II luasnya kurang 10 % pada anak
-          Luka bakar grade III luasnya kurang 2 %
b.      Luka bakar sedang
-                Luka bakar grade II luasnya  15 – 25 % pada orang dewasa
-                Luka bakar grade II luasnya  10 – 20 % pada anak
-                Luka bakar grade II luasnya kurang 10 %
c.       Luka bakar berat
-          Luka bakar grade II luasnya lebih dari 25 % pada orang dewasa
-          Luka bakar grade II luasnya lebih dari 20 % pada anak
-          Luka bakar grade III luasnya lebih dari 10 %
-          Luka bakar grade IV mengenai tangan, wajah, mata, telinga, kulit, genetalia serta persendian ketiak, semua penderita dengan inhalasi luka bakar dengan konplikasi berat dan menderita DM.

E.     KOMPLIKASI
Combustio dapat menyebabkan masalah atau komplikasi pada pasien antara lain :
1.                              Curling Ulcer
Curling Ulcer ( Tukak Curling ) merupakan komplikasi yang muncul pada hari ke 5 – 10, terjadi ulkur pada duodenum atau lambung, kadang-kadang dijumpai hematemesis, antasida harus diberikan secara rutin pada penderita luka bakar sedang hingga berat.
2.                              Infeksi
Infeksi merupakan masalah utama, bila infeksi berat maka penderita dapat mengalami sepsis antibiotik dengan spektrum luas perlu diberikan.
3.                              Gangguan jalan nafas
Paling muncul dini pada hari pertama, terjadi karena lnhalasi aspirasi, oedema paru-paru infeksi, penanganan dengan cara membersihkan jalan nafas, memberikan oksigen traceostomi, pemberian kortikosteroid dosisi tinggi dan antobiotik.
4.                              Konvulsi
Ini adalah komplikasi yang paling unik karena sering terjadi pada anak-anak. Konvulsi disebabkan karena ketidakseimbangan elektrolit, hipoksia, infeksi obat-obatan ( Aminopillin, Dipenhidramin ) dan 33 % oleh sebab tidak diketahui.
Komplikasi luka bakar lain adalah timbulnya kontraktur gangguan kosmotik.
A.    PENATALAKSANAAN MEDIS
1.                              Pertolongan pertama
a.       Penderita dijauhkan dari sumber trauma dan bila masih ada api padamkan dengan air dan menutup dengan kain basah, bila zat kimia maka dianjurkan untuk membilas dengan air mengalir, untuk listrik harus dilakukan pemutusan aliran listrik.
b.      Mengurangi rasa nyeri dengan cara :
-                                                          Mendinginkan luka
-                                                          Obat-obatan analgetik
-                                                          Memberikan posisi yang benar dengan meletakkan luka yang lebih tinggi
c.       Menjaga jalan nafas
d.      Mencegah infeksi
Luka yang terjadi ditutup dengan kain bersih atau steril.
2.                              Tindakan di instalasi gawat darurat
Penderita yang dirawat dirumah sakit adalah :
a.       Luka bakar grade II kurang dari 2 %
b.      Luka mengenai muka, ekstrimitas dan perineum
c.       Luka bakar grade III lebih dari 2 %
d.      Luka bakar pada anak-anak grade I lebih ari 10 %
e.       Luka bakar akibat listrik tegangan tinggi
f.       Luka bakar disertai trauma jalan nafas
g.      Luka bakar dengan penyakit lain
PENANGANAN PERTAMA LUKA BAKAR
a.       Pastikan “ Air way dan breathing “ sudah optimal.
b.      Pemberian cairan. Ada beberapa formula :
-                                                          Formula Baxter
Hanya memakai cairan RL dengan jumlah luas luka bakar  X BB ( dalam Kg ) + 4 CC, diberikan ½ : 8 jam pertama dan ½ nya : 16 jam berikutnya, untuk hari kedua tergantung keadaan.
-                                                          Formula Evans
Cairan yang diberikan adalah :
a)      Elektrolit dosis : 1 CC X BB Kg X % luka bakar
b)      Koloid dosis : 1 CC X BB X % luka bakar
      Dosis 2000 CC dewasa dan 1000 CC untuk anak.
      Semua dijumlahkan dan diberikan ½ nya dalam  8 jam pertama dan sisanya 16 jam berikutnya. Untuk hari kedua tergantung keadaan, elektrolit disini Evans menggunakan Nacl 0,9 %.
-                                                          Formula Brook
a)      Elektrolit   : ½ CC X BB Kg X % luka bakar ( biasanya RL )
b)      Koloid       : ½ CC X BB X % luka bakar
c)      Dextros     : dewasa 2000 CC dan untuk anak 1000 CC
Semua diberikan ½ nya dalam  8 jam pertama dan sisanya 16 jam berikutnya.
c.       Pencegahan tetanus dengan pemberian ATS atau toxoid

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Nn.T
DENGAN GANGGUAN SISTEM INTEGUMEN
DI RUANG MELATI RSUD KALISARI KAB. BATANG

I.             PENGKAJIAN
Tanggal pasien masuk          : 17 April 2003
Tanggal pengkajian              : 20 April 2003           Pukul : 09.35 WIB
1.      Identitas Klien  
Nama                                          : Nn. T
Umur                                          : 24 Tahun
Jenis Kelamin                             : Perempuan
Agama                                        : Islam
Suku / Bangsa                            : Jawa / Indonesia
Pendidikan                                 : SD
Pekerjaan                                    : Ibu rumah tangga
Status                                         : Kawin
No. Register                               : 62614
Diagnosa Medis                         : Combustio
Dokter Penanggungjawab          : dr. H. Chamid T, SpB
Bangsal / Kamar No.                  : Melati / II

2.      Identitas Penanggungjawab
Nama                                          : Tn. S
Umur                                          : 28 tahun
Jenis Kelamin                             : Laki-laki
Hub. Dengan pasien                   : Suami
Pekerjaan                                    : Wiraswasta
Pendidikan                                 : SLTP
Agama                                        : Islam
Alamat                                       : Limpung - Batang

II.          PENGKAJIAN 11 POLA FUNGSI GORDON
1.      Persepsi Tentang Kesehatan dan Management Kesehatan
a)      Keluhan Utama
Klien datang ke IGD dengan keluhan tubuh terkena api kompor dari perut ke kepala.
b)      Riwayat Penyakit Dahulu
Menurut keterangan klien dan keluarga, klien belum pernah mengalami sakit seperti ini dan belum pernah diopname di Rumah Sakit.

c)      Riwayat Penyakit Sekarang
Klien datang dari IGD keruang Melati pukul 10.00 WIB dengan keluhan tubuh terkena api kompor dari perut ke kepala, sadar, perih, nafsu makan berkurang, lemah,  Tekanan darah : 110/70 mmHg, Suhu : 37,30C , Nadi : 84 kali/menit, Pernafasan : 18 kali/menit.
d)     Riwayat Pengobatan keluarga bila sakit
Klien dan keluarga biasa memeriksakan diri ke Puskesmas bila sakit. Anggota keluarga tidak ada yang mempunyai penyakit menular
e)      Pengobatan yang Sedang Dijalani
Klien sedang menjalani rawat inap di ruang Melati RSUD Kalisari Kabupaten Batang dengan diagnosa Combustio.
f)       Allergi
Klien tidak mempunyai riwayat allergi terhadap obat-obatan maupun makanan.
g)      Preventif Kesehatan Lingkungan
Lingkungan sekitar klien aman, jauh dari trauma mekanik, elektrik dan termal.
h)      Preventif Gaya Hidup
Klien tidak merokok dan tidak minum minuman beralkohol.

2.      Nutrisi – Metabolik
a)      Suhu Tubuh
- Keadaan kulit     : Lembab
- Temperatur          : 37.30 C
b)      Nutrisi
Status Nutrisi
- Karakteristik fisik     : Turgor Baik
- Penampilan umum    : KU : sedang/sedang                         
                                          Sebelum sakit                          Selama sakit
Kebiasaan makan              3 x sehari 1 porsi                     3 x sehari ¼  porsi
Jenis makanan                   Nasi, sayur, lauk pauk             Sesuai diit
Kebiasaan minum              7 gelas/hari                              5 gelas/hari
Jenis minuman                   Air putih, teh manis               Air putih, teh manis
Makanan pantangan          Tidak ada                                Tidak ada
Minuman pantangan         Tidak ada                                Tidak ada
Selera makan                     Baik                                         Kurang

3.      Pola Eliminasi
a)      BAK
Kebiasaan BAK                +6 x sehari                               +4 x sehari
Warna                                Kuning jernih                          Kuning
Kelancaran                        Baik/lancar                              Baik/lancar
Faktor yang mempengaruhi BAK klien adalah jenis makanan atau minuman dan jumlah cairan yang masuk.

b)      BAB                     
Kebiasaan BAB                1 x sehari                                 2 x sehari
Konsistensi                        Lunak                                      Agak keras
Kelancaran                        Baik                                         Baik
Warna                                Kuning tengguli                      Kuning kecoklatan
Faktor yang mempengaruhi BAB klien adalah jenis makanan dan mobolisasi fisik.

4.      Aktivitas dan latihan
a)      Sebelum Sakit
Klien melaksanakan aktivitas dengan baik, baik sebagai istri maupun sebagai anggota keluarga dan masyarakat.
b)      Selama sakit
Mobilisasi klien selama sakit berkurang kerena klien merasa pusing, klien hanya tiduran. Sehingga dalam melaksanakan aktivitas dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari dibantu oleh perawat dan keluarga.
c)      Pemeriksaan Fisik
1.      Inspeksi
Muka                           : Lesu, terdapat lepuhan luka
Ranbut                                    : Bersih, hitam tidak rontok
Telinga                        : Bersih tidak ada om dan serumen, pendenga
ran baik
Hidung                        : Tidak ada polip dan epitaksis
Mata                            : Tidak ada ikterik, konjungtiva normal
Dada                           : Simetris, gerakan dada normal
Perut                            : Terdapat lepuhan luka bakar
Kulit                            : Bersih, terdapat luka, turgor jelek
Kuku                           : Bersih, pendek
Ekstrimitas Atas          : Baik, terpasang infus sebelah kiri
Ekstrimitas bawah       : Baik, tidak ada odem dan Varises
2.      Palpasi
Leher                           : Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid
Abdomen                    :  Nyeri pada kulit perut
Ekstrimitas                  : Hangat, nadi 84 X/menit, irama jelas dan teratur
3.      Perkusi
Dada                           : Tidak ada krepitasi
Perut                            : Tidak kembung
4.      Auskultasi
Dada                           : Bunyi jantung normal
Abdomen                    : Peristaltik baik
d)     Pernafasan
1.      Jalan Nafas
Bersih tidak ada sumbatan
2.      Respon Serebral
- Kesadaran     : Compos Mentis
- Orientasi ruangan dan fasilitas baik
3.      Sirkulasi dan Pernafasan
- Tekanan darah          : 110/70 mmHg
- Pernafasan                : 18 X/menit
- Nadi                          : 84 X/menit
- Suhu tubuh               : 37,30 C

5.      Pola Istirahat dan Tidur
Kebiasaan tidur                       Malam + 8 jam                        Malam + 4 jam se-
                                                Siang hanya istirahat               ring terbangun.
                                                Biasa.             
Klien mengatakan tidak bisa tidur dan sering terbangun                  
Faktor yang mempengaruhi istirahat tidur klien adalah karena nyeri yang dialaminya dan lingkungan tempat klien dirawat
           
6.      Pola Persepsi dan konsep diri
a)      Body Image
Klien merasa tubuhnya jelek.
b)      Identitas Diri
Karakter kepribadian klien baik dan tenang.
c)      Harga Diri
Klien berhubungan baik dengan keluarga, petugas kesehatan dan pengunjung.

7.      Pola Peran Hubungan – Sosial
-          Hubungan antar anggota keluarga cukup harmonis, begitu juga dengan masyarakat sekitarnya. Banyak tetangga, saudara klien yang menjenguk dan menunggu secara bergantian.
-          Klien dapat diajak kerjasama dalam prosedur tindakan perawatan dan pengobatan dengan tim kesehatan.
-          Status dalam keluarga klien merupakan anak ke dua dari lima bersaudara.

8.      Pola Kognitif – Persepsi
Pola kognitif klien baik, dapat berespon dengan lingkungan sekitar.

9.      Pola Seksual
Klien berjenis kelamin perempuan dan belum pernah mengalami ganguan dengan alat reprodukasinya.

10.  Pola Koping Toleransi Stres
Klien dalam menghadapi suatu masalah selalu dibicarakan dengan keluarganya.

11.  Pola nilai Kepercayaan
Klien dan keluarga beragama Islam, klien percaya bahwa penyakitnya akan segera sembuh.

III.       DATA PENUNJANG
Therapy  tanggal 20April 2003
-    Infus NaCl                           32  tetes/menit
-    Injeksi Ampicillin    1gr/8 jam
-    Injeksi Cimetidin      1 gr/8 jam
-    Injeksi Orasic           100 gr/12 jam
-    Injeksi Gentamicyn  80 ge/12 jam

IV.       PENGELOMPOKAN DATA
DATA SUBJEKTIF
DATA OBJEKTIF
-      Klien mengatakan sakit bila bergerak.
-      Klien mengatakan nyeri pada dearah luka baker.
-      Klien mengatakan cemas terhadap penyakitnya.
-      Luka baker dari perut ke kepala.
-      Klien menyeringai kesakitan.
-      Oedem pada daerah luka baker.
-      Terpasang infuse NaCl 32 tetes/menit
-      Luka masih basah, terdapat bula.


V.          ANALISA DATA
No.
D A T A
P R O B L E M
E T I O L O G I
1.





2.





3.
DS : Klien mengatakan sakit bila bergerak.
DO : Odem pada daerah luka bakar ( perut ke kepala ), terpasang infus NaCl 32 tts/mnt.

DS: Klien mengatakan nyeri pada daerah luka bakar.
DO:  Klien menyeringai kesakitan,  oedema pada daerah luka bakar.

DS: Klien mengatakan cemas terhadap penyakitnya.
DO: terdapat luka bakar di daerah perut ke kepala, luka masih basah, terdapat bula pada luka tersebut.
Risiko kurangnya volume cairan tubuh.




Gangguan rasa nya man nyeri




Potensial terjadi infeksi
Perpindahan cairan dari intravaskuler ke dalam rongga intestinal.

Kerusakan ujung – ujung saraf kulit akibat luka bakar.


Hilangnya lapisan pelindung kulit sekunder terhadap luka baker.

VI.       PERENCANAAN PERAWATAN
No
DIAGNOSA KEPERAWATAN
RENCANA
TTD


TUJUAN
TINDAKAN

1.













2.












3.
Risiko kurangnya volume cairan tubuh berhubungan dengan Perpindahan cairan dari intravaskuler ke dalam rongga intestinal, ditandai dengan :
DS : Klien mengatakan sakit bila bergerak.
DO : Odem pada daerah luka baker ( perut ke kepala ), terpasang infus NaCl 32 tts/mnt.




Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan kerusakan ujung – ujung saraf kulit akibat luka bakar, ditandai dengan :
DS: Klien mengatakan nyeri pada daerah luka bakar.
DO:  Klien menyeringai kesakitan,  oedema pada daerah luka bakar.




Potensial terjadi infeksi berhubungan dengan Hilangnya lapisan pelindung kulit sekunder terhadap luka bakar ditandai dengan :
DS: Klien mengatakan cemas terhadap penyakitnya.
DO: terdapat luka baker di daerah perut ke kepala, luka masih basah, terdapat bula pada luka tersebut.




Kekurangan volume cairan dapat diatasi setelah dikakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jqm, dengan criteria :
- Volume cairan kembali normal.
- Tidak ada oedem


Klien  dapat mengan
tisipasi rasa nyeri setelah dilakukan tindakan keperawatan dengan criteria :
-    nyeri hilang atau berkurang.
-    Klien merasa tenang.

Infeksi dapat dicegah setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam dengan criteria :
-      Infeksi tidak ada.
-      Luka kering/sembuh.
-      Tidak ada perluasan luka karena infeksi.
-      Tidak terjadi peningkatan suhu tubuh.
-      Terbentuk jaringan granulasi.

1.   Moniyor KU dan TTV
2.   Monitor pemasukan dan pengeluaran.
3.   Monitor cairan per infus
4.   Anjurkan untuk banyak istirahat.
5.   Anjurkan untuk minum 8 gelas per hari.

1.Kaji tingkat nyeri.
2.Atur posisi klien senyaman mungkin.
3.Alihkan perhatian klien
4.Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian analgetik.

1.Kaji luka selama mengganti balutan.
2.Gunakan teknik sterillisasi saat merawat luka..
3.Kaji adanya sepsis, perubahan neurology..
4.Bersihkan luka dengan larutan steril.
5.Observasi luka : purulen
6.Pemberian antibiotic.
7.Memberitahukan pada keluarga tentang perawatan lanjut di rumah.

ÿÿdthBÿÿÿÿÿÿsWidÿÿA3ÿÿÿÿofÿÿÿÿtrpaddl108ÿÿÿddÿÿ3ÿÿÿÿbllklastrow
 
VII.    IMPLEMENTASI
No
TGL
JAM
No. DX
JENIS TINDAKAN
RESPON KLIEN
TTD
1













2








3
20-05 2003












20-05 2003







20-05 2003
11.30



11.30


11.30

11.45

11.45


12.00
12.00

12.15

12.15



10.00

10.00

10.00

10.20

11.00


12.30








13.00


1













2








3
1.      Moniyor KU dan TTV



2        Monitor pemasukan dan pengeluaran.

2.      Monitor cairan per infus

3.      Menganjurkan untuk banyak istirahat.
5.      Menganjurkan untuk minum 8 gelas per hari.

1.      Mengkaji tingkat nyeri. klien
2.Mengatur posisi klien  senyaman mungkin.
3.Mengalihkan perhatian klien

4.Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian analgetik untuk pemberian analgetik.

1. Mengkaji luka selama mengganti balutan.
2. Menggunakan teknik sterillisasi saat merawat luka..
3. Mengkaji adanya sepsis, perubahan neurology..
4. Membersihkan luka dengan larutan steril.
5.      Mengobservasi luka : purulen drainase.

6.      Memberikan antibiotic.








7. Memberitahukan pada keluarga tentang perawatan lanjut di rumah.
S: 36,5 o C  N: 92 x/mnt Rr : 20 x/mnt  Td: 110/80 mmHg Klien minum 1500 cc gelas / hari.
Infus lancar 32 tts/ mnt.
Klien tenang

Klien mengangguk.

Klien merasa nyaman.

Klien mau diajak ngobrol.
Injeksi novalgin 0,3 ( extra ).


Kondisi luka masih basah.
Sterilisasi terjaga.
Suhu 37oC.

Luka tetap bersih.
Purulen tidak ada.
Drainase (-)
Injeksi                                                   Ampicilin 1 gr/8 jam
Cimetidhim 1  amp/8jam
Orasic 100 gr /8jam
Gentamicin 80 gr /8jam
Kuluarga mengerti tentang
Prosedur perawatan luka.


VIII. EVALUASI
No.
TGL
JAM
No. DX
CATATAN PERKEMBANGAN
PARAF
1.






2.




3.

20-05 2003





20-05 2003



20-05 2003
14.00






14.10




14.30
1






2




3
S : Klien mengatakan nyeri berkurang
O : Oedema mulai berkurang pada daerah luka bakar, infuse NaCl aff, klien minum 2000 cc gelas/hari.
A : Masalah teratasi
P : Pertahankan mondisi klien agar tetap stabil.

S : Klien mangatakan nyeri mulai berkurang.
O: Klien tampak tenang.
A: Masalah belum taratasi
P: Lanjutkan rencana tindakan no. 1,2, 4

S: Klien mengatakan kulit agak bersih
O: Luka belum kering.
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan rencana tindakan no. 2, 4, 6, 7


IMPLEMENTASI II
No
TGL
JAM
No. DX
JENIS TINDAKAN
RESPON KLIEN
TTD
1







2
21-05 2003






21-05 2003
09.00

09.16

12.30



10.00

10.00


12.00


2







3


1.    Mengkaji tingkat nyeri. Klien

2.    Mengatur posisi klien  senyaman mungkin.
4. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian analgetik untuk pemberian analgetik.

2. Menggunakan teknik sterillisasi saat merawat luka..
4. Membersihkan luka dengan larutan steril.
6.      Memberikan antibiotic.
7. Memberitahukan pada keluarga tentang perawatan lanjut di rumah.
Klien merasa nyaman
Klien tenang

Klien minum obat.


Kondisi luka kering.
Strerilitas terjaga.
Injeksi masuk.
Keluarga mengerti tentang prosedur perawatan luka.


EVALUASI II
No.
TGL
JAM
No. DX
CATATAN PERKEMBANGAN
PARAF
1.





2.



21-05 2003




21-05 2003


14.00





14.00
1





2
S : Klien mengatakan  nyeri  berkurang atau hilang.
O : Klien tenang.
A : Masalah teratasi
P : Pertahankan kondisi klien agar tetap stabil

S : Klien mengatakan  kulitnya bersih.
O : Luka kering
A : Masalah teratasi
P : Pertahankan kondisi klien agar tetap stabil






0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Newer Post Older Post ►